Tiga Pilar Menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1439H

Home / Tak Berkategori / Tiga Pilar Menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1439H
Tiga Pilar Menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1439H

Parang, Tiga Pilar Menghadiri Pengajian Rutin Isra Miraj Nabi Muhammad Saw Di Mushola Darrus Salam Desa Tamanarom Rt 05/02 Kec.Parang Kab Magetan. Babinsa Desa Tamanarom Serma Kadirun Menghadiri Pengajian rutin Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Mushola Darrus Salam rt 05/02 Desa Tamanarom Kec Parang Kab Magetan 17/04/2018

Hadir dalam acara tersebut antara lain:

Pengisi Tausyiah Bpk Muktar Wakit ST dari Magetan

Babinsa Desa Tamanarum Serma Kadirun

Babinkamtibmas Desa Tamanarom Bripka Heri S

Kepala Desa Tamanarom Bpk Lanjar Karni beserta perangkat Desa.

Para Toga,toma,toda dan tamu undangan serta Masyarakat jml -+ 425 Orang.

Bpk Sikun sebagai Ketua panitia peringatan Isra Miraj sebelum acara dimulai mengucapkan banyak-banyak trimakasih kepada tamu undangan dan Masyarakat Desa Tamanarum yang telah hadir diacara peringatan Isra Mi’raj pada malam ini,karena Peringatan isra Miraj sebagai solusi bagi ummat Islam dalam menghadapi momentum yang tepat dalam kehidupan dan untuk refleksi diri dan kembali kepada Allah SWT.

Sebagai pengisi Tausiyah dalam acara peringaran Isra Miraj Muktar Wakit ST menjelaskan Jika menghadapi masalah berat, hendaknya ummat Islam kembali kepada Allah SWT, kembali memakmurkan masjid dan memeperbaiki kualitas shalat masing-masing.

Melihat kembali sejarah peristiwa Isra Mi’raj, ujarnya, Rasulullah saat itu sedang mengalami masa-masa penuh duka cita pasca wafatnya istri dan kakek tercinta, Siti Khodijah RA dan Abu Tholib. Saat itu, Rasulullah juga baru saja diusir dari Tha’if oleh penduduknya, sehingga Rasulullah SAW benar-benar merasa sedih pada tahun itu.

Rasulullah SAW pun, paparnya, berdoa kepada Allah SWT agar dapat menjalani berbagai cobaan dan penderitaan berat itu. Do’a Rasulullah SAW pun akhirnya dikabulkan oleh Alah SWT dengan solusi peristiwa Isra Mi’raj. Dalam peristiwa itu, Rasulullah mejadi pemimpin para anbiya, para nabi, dan Rasul sejak Nabi Adam AS.

Rasulullah SAW, jelasnya, juga menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam, sebagai tiang agama, sekaligus solusi untuk umat Islam ketika sedang menghadapi masalah berat di dunia.

“Jadi, hendaknya setiap Muslim kembali kepada Allah SWT dan melaksanakan shalat berjamah saat ditimpa ujian atau musibah yang sangat berat,” tandas KH Moktar Wakit.

Bpk Lanjar Karni Sebagai Kepala Desa Tamanarom mengucapkan banyak-banyak trimakasih kepada para tamu undangan khususnya dan umumnya kepada para jamaah sehinga acara pada malam ini bisa berjalan dengan lancar dan semoga bermanfaat kepada para jemaah yang hadir pada acara ini.(mdc0804/R04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *